Danau Bedugul, Bali

Danau Bedugul, Bali
Tirsa Moningka(kiri) Novinda Manangkot(kanan)

16 Junie 2013

Aku Cuma Ingin



Oleh
Novinda Frandiani Manangkot


Aku cuma ingin jadi matahari di hatimu yang selalu bisa memberi kehangatan untukmu...
Aku cuma ingin jadi bulan dan bintang yang selalu bisa menerangi malammu...
Aku cuma ingin menjadi selimut hijau yang selalu menghangatkanmu dan membuatmu bisa tidur dengan nyenyak
Aku cuma ingin jadi sandal jepit yang selalu melindungi kakimu dari tanah yang kasar dan selalu bisa menemanimu kemanapun kau pergi....
Aku cuma ingin jadi alarm yang selalu bisa menyapamu dan membangunkanmu setiap pagi dan selalu mengingatkanmu untuk melakukan sesuatu yang penting untuk masa depanmu..
Aku cuma ingin jadi laptop merah kecil yang selalu bisa kau gunakan untuk menyimpan segala hasil karyamu yang membuat banyak orang kagum...
Aku cuma ingin jadi buku yang selalu bisa membuatmu bahagia ketika dan setelah kau membacanya juga yang selalu kau jaga dan rawat sebaik mungkin agar tak ada orang lain yang akan merusaknya...
Aku cuma ingin jadi handphone nokia kecil yang selalu bisa kau bawa ke manapun kau pergi dan selalu bisa menolongmu untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain...
Aku cuma ingin jadi buku harian yang selalu bisa menjadi tempat bagimu untuk berbagi cerita dan mengungkapkan apa yang ingin kau ungkapkan....
Aku cuma ingin jadi “TERBAIK UNTUKMU” ….

01062013
09.05 P.M
14  to 19 

Kabut


oleh
Novinda Frandiani Manangkot

Kabut hitam menyelimuti malam di hari yang pertama di bulan yang ke enam ini
Seperti halnya kabut hitam menyelimuti malam ini,
Ada kabut hitam juga yang menyelimuti hatiku mala mini
Kabut itu menjelma menjadi sebuah rasa rakut yang pertama kalinya ku rasakan
Aku takut kabut itu
Aku benci kabut itu
Aku ingin mengusir kabut itu
“Pergilah dan jangan pernah kembali”
Aku benci mendengar perkataan kabut itu,”Kamu bukan apa-apa di dunia ini, Kamu tidak ada artinya untuk siapa-siapa, Kamu tidak akan di terima oleh keluarganya, Kamu tak pantas disayangi, Mereka lebih menyukai orang lain bukan kamu.’’
“Pergi, dan jangan pernah kembali.’’
“Kamu bukan apa-apa,kamu tidak memiliki apa-apa, tak ada yang menyayingimu,kamu akan menangis selamanya,kamu akan selalu ditinggalkan.”
“Hahahaha, kamu bodoh dan tak punya apa-apa.”
“Pergi, Aku tak mau mendengarkanmu.”
Kabut itu mengubah terang menjadi gelap
Dia menutupi keceriaan,keyakinan dan semangat yang sedang bersinar
Dia membuat air terus mengalir membanjiri bumi
Dia menutupi sesuatu yang besar
Aku benci kabut,karena aku takut mereka tak bisa melihatku dengan jelas….

01062013
08.42 P.M
14