Danau Bedugul, Bali

Danau Bedugul, Bali
Tirsa Moningka(kiri) Novinda Manangkot(kanan)

16 Junie 2013

Kabut


oleh
Novinda Frandiani Manangkot

Kabut hitam menyelimuti malam di hari yang pertama di bulan yang ke enam ini
Seperti halnya kabut hitam menyelimuti malam ini,
Ada kabut hitam juga yang menyelimuti hatiku mala mini
Kabut itu menjelma menjadi sebuah rasa rakut yang pertama kalinya ku rasakan
Aku takut kabut itu
Aku benci kabut itu
Aku ingin mengusir kabut itu
“Pergilah dan jangan pernah kembali”
Aku benci mendengar perkataan kabut itu,”Kamu bukan apa-apa di dunia ini, Kamu tidak ada artinya untuk siapa-siapa, Kamu tidak akan di terima oleh keluarganya, Kamu tak pantas disayangi, Mereka lebih menyukai orang lain bukan kamu.’’
“Pergi, dan jangan pernah kembali.’’
“Kamu bukan apa-apa,kamu tidak memiliki apa-apa, tak ada yang menyayingimu,kamu akan menangis selamanya,kamu akan selalu ditinggalkan.”
“Hahahaha, kamu bodoh dan tak punya apa-apa.”
“Pergi, Aku tak mau mendengarkanmu.”
Kabut itu mengubah terang menjadi gelap
Dia menutupi keceriaan,keyakinan dan semangat yang sedang bersinar
Dia membuat air terus mengalir membanjiri bumi
Dia menutupi sesuatu yang besar
Aku benci kabut,karena aku takut mereka tak bisa melihatku dengan jelas….

01062013
08.42 P.M
14

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking