Oleh
Novinda Frandiani Manangkot
Lagi dan lagi aku merasakan sakitnya angin
malam yang memaksa masuk ke dalam raga yang sungguh begitu lemah membawa
kehampaan merasuki seluruh tulang-tulang yang sebenarnya hampir rapuh
Apakah sebenarnya yang kau inginkan?
Mengapa kau datang kembali mengganggu jiwa
yang mulai tenang ?
Begitu besarkah keinginanmu untuk memisahkan
seekor ulat bulu kecil yang selalu ingin berada dalam dekapan hangat seekor
kaki seribu yang sangat kuat dan gagah yang selalu membuat orang takut?
Mengapa aku selalu iri padamu angin?
Mengapa kau begitu hebat dan kuat dan mengapa
ulat bulu selalu begitu kecil,lemah,selalu diabaikan bahkan selalu diijak orang
?
Mengapa kau selalu bertiup disekitarku?
Mengapa kau selalu membawa
kehampaan,kesunyian,dan kesakitan didalam tubuh ini?
Apakah kau begitu menginginkan kegagahan kaki
seribu itu?
Apakah tak bisa aku memilikinya?
Mengapa aku selalu terinjak-injak olehmu
angin?
Mengapa kau yang lebih disukai keluarganya
daripada aku?
Apakah seekor ulat bulu kecil yang tak pernah
diinginkan orang ini tak akan pernah bisa diterima?
Haruskah ulat bulu kecil ini berubah menjadi
seekor kupu-kupu yang memiliki sayap yang indah untuk bisa dilihat dan dicintai
orang?
Tak bisakah aku tetap menjadi ulat bulu saja?
Haruskah kau juga menerbangkan aku pergi jauh
dari sini angin,sama seperti kau membuat daun berguguran dari atas pohon?
Ulat bulu kecil akan selalu menjadi ulat bulu
kecil yang menggelikan yang akan selalu membuat sang kaki seribu yang
menakutkan tertawa dengan kegeliaannya
Ulat bulu tak akan pernah menjadi seekor
kupu-kupu yang memiliki sayap yang indah,karena aku ingin selalu berada
disamping sang kaki seribu yang menakutkan yang aku cintai dan tak pernah
terbang meninggalkannya,walaupun mungkin suatu hari nanti kau angin akan
membawanya pergi…
14
2-7-13_01.50 a.m
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking