Danau Bedugul, Bali

Danau Bedugul, Bali
Tirsa Moningka(kiri) Novinda Manangkot(kanan)

01 Julie 2013

Dan Lagi

Oleh
Novinda Frandiani Manangkot



Lagi dan lagi aku merasakan sakitnya angin malam yang memaksa masuk ke dalam raga yang sungguh begitu lemah membawa kehampaan merasuki seluruh tulang-tulang yang sebenarnya hampir rapuh
Apakah sebenarnya yang kau inginkan?
Mengapa kau datang kembali mengganggu jiwa yang mulai tenang ?
Begitu besarkah keinginanmu untuk memisahkan seekor ulat bulu kecil yang selalu ingin berada dalam dekapan hangat seekor kaki seribu yang sangat kuat dan gagah yang selalu membuat orang takut?
Mengapa aku selalu iri padamu angin?
Mengapa kau begitu hebat dan kuat dan mengapa ulat bulu selalu begitu kecil,lemah,selalu diabaikan bahkan selalu diijak orang ?
Mengapa kau selalu bertiup disekitarku?
Mengapa kau selalu membawa kehampaan,kesunyian,dan kesakitan didalam tubuh ini?
Apakah kau begitu menginginkan kegagahan kaki seribu itu?
Apakah tak bisa aku memilikinya?
Mengapa aku selalu terinjak-injak olehmu angin?
Mengapa kau yang lebih disukai keluarganya daripada aku?
Apakah seekor ulat bulu kecil yang tak pernah diinginkan orang ini tak akan pernah bisa diterima?
Haruskah ulat bulu kecil ini berubah menjadi seekor kupu-kupu yang memiliki sayap yang indah untuk bisa dilihat dan dicintai orang?
Tak bisakah aku tetap menjadi ulat bulu saja?
Haruskah kau juga menerbangkan aku pergi jauh dari sini angin,sama seperti kau membuat daun berguguran dari atas pohon?
Ulat bulu kecil akan selalu menjadi ulat bulu kecil yang menggelikan yang akan selalu membuat sang kaki seribu yang menakutkan tertawa dengan kegeliaannya
Ulat bulu tak akan pernah menjadi seekor kupu-kupu yang memiliki sayap yang indah,karena aku ingin selalu berada disamping sang kaki seribu yang menakutkan yang aku cintai dan tak pernah terbang meninggalkannya,walaupun mungkin suatu hari nanti kau angin akan membawanya pergi…

14
2-7-13_01.50 a.m

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking