Oleh
Novinda Frandiani Manangkot
![]() |
| Remaja & Pembina Remaja GMIM Eben Haezer Wulauan |
Hujan kembali turun di siang ini
Membasahi semua yang kering
Mengiringi kesedihan
Menghalangi semua yang ingin bergerak
Menunda keberhasilan
Semakin menjauhkan kebahagian bagi orang-orang yang merindukan
hangatnya matahari
Kabutpun seakan-akan menjadi belahan jiwa hujan
Dia juga menutupi masa depan
Menutupi semua yang dianggapnya terlalu besar dan kokoh
Harapan pun seakan beranjak pergi dari orang-orang yang sangat
membutuhkannya
Mengapa selalu ada penguasa yang sejahat ini ?
Apakah keadilan dan keberhasilan hanya sebuah imajinasi ?
Adakah pelangi sehabis hujan ?
Atau itu juga adalah imajinasi ?
Berhakkah kau hujan merampas kebahagiaan seekor ulat bulu kecil
yang sedang berusaha mencapai pepohonan hijau untuk memenuhi hasrat perut
kecilnya?
Apakah kami hanya dianggap sebagai budak yang tak bisa menentang
tuannya?
Sudah kenyangkah kalian memakan semua daun-daun biru itu ?
Pada akhirnya kabut membuat ulat bulu kecil tak bisa terlihat
lagi
Dan hujan perlahan menghapus jejak ulat bulu kecil
14
2-7-13
_ 01.57 p.m
.jpg)
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking