Danau Bedugul, Bali

Danau Bedugul, Bali
Tirsa Moningka(kiri) Novinda Manangkot(kanan)

26 Oktober 2014

Hidup tapi tak bernafas


oleh
Novinda Frandiani Manangkot


Aku bangun tapi sebenarnya aku masih bermimpi
Aku membuka mata tapi sebenarnya mataku masih tertutup
Aku melihat tapi sebenarnya aku buta
Aku mendengar tapi sebenarnya aku tuli
Aku berjalan tapi sebenarnya aku lumpuh

Ada bayangan di mana-mana
Kepalaku sakit
Hatiku sakit
Aku merindukan opa
Aku merindukan pelukan dan perlindunganmu
Kenapa kau pergi tanpa mengajakku?
Aku ingin pergi bersamamu opa
Ke tempat yang gelap dan dingin
Ke tempat di mana aku bisa selalu memelukmu dan berbagi kehangatan denganmu
Aku benci di sini di tempat yang terang dan hangat
Tapi aku selalu merasa kedinginan
Aku merindukan masa-masa aku duduk dalam pangkuanmu
Masa di mana aku menjadi anak kecil yang bodoh yang tak tahu dunia
Masa di mana aku tak harus mengerti dan memahami orang atau keadaan
Masa di mana yang aku tahu hanya bagaimana caranya tertawa
Aku ingin benar-benar bangun
Tapi yang aku dapati tubuhku terbaring di atas sesuatu yang empuk tapi sangat dingin

Aku hangat tapi merasa dingin
Aku kuat tapi terasa lemah
Aku tersenyum tapi terasa seperti kebohongan
Aku berbohong tapi terasa aku jujur
Aku hidup tapi terasa aku tidak bernafas..

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking